Jumat, 26 November 2010

Mengenang Operasi Studio 7

Studio 7 adalah kegiatan 'semi jurnalistik' 
mahasiswa arsitektur Unika Soegijapranata Semarang.
Awaknya berjumlah 5-6 orang.
Produknya adalah poster mading 
 dirilis tiap sebulan sekali.

Studio 7 adalah bentukan dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Dibentuk tahun 2006.
Dana operasional diangggarkan dalam program HMJ.
Materi poster diserahkan sepenuhnya pada awak 
yang 4 diantaranya non pengurus HMJ 
(malah oposisi HMJ, termasuk penulis sendiri). 






Poster Perdana.

Ketika pertama kali tayang.


Tim Studio 7 senantiasa jalan-jalan dan menyusupi kegiatan.
Itulah hal termudah dan menyenangkan untuk belajar arsitektur.
Bisa mengenal bermacam orang, 
menggali berbagai informasi, 
merasakan karya-karya arsitektur.

Salah satu jalan-jalan itu adalah 
mengikuti ekskursi IAI Jateng ke Jogjakarta 2006. 

Saat berkunjung ke  Rumah Seni Cemeti Jogjakarta
Berbicang dengan arsitek Eko Prawoto di Rumah Djaduk Ferianto Jogjakarta.

Diskusi di Padepokan Seni Bagong dengan narasumber Eko Prawoto.

Mahasiswa Arsitektur Unika Soegijapranata
narsis di Padepokan Seni Bagong

Bersama Djaduk Ferianto di rumahnya

Ada pula jalan-jalan  
mengikuti ekskursi IAI Jateng ke Kudus 2006. 


Awak Studio 7 di Masjid Kudus

Meninjau proyek gereja yang sedang dibangun.

Komplek GOR Bulutangkis Djarum

Di sini calon atlet bulutangkis terbaik ditempa.
Selalu ada diskusi



Banyak jalan-jalan
Ikuti berbagai seminar
Susupi bermacam acara
Nikmati makan-makan dan oleh-oleh gratisnya.

Setelah itu kerja keras menyusun tulisan.



Sudah pasti begadang lembur

Kemampuan 'layouting' diasah

Dicetak dan siap dipasang





Kepuasan pertama: ketika terpasang.
Poster ini memuat kunjungan ke Jogja, selain hal-hal lain

Yang ini memuat jalan-jalan di Kudus
(lengkap dengan kisah makan-makannya)
Masih ada poster-poster lain
dan sayang nyaris tak berbekas.



Tentu kepuasan yang paling dikenang adalah apresiasi teman-teman.
Itulah penghargaan terbaik atas kerja keras Studio 7.
Itulah yang mendorong Studio 7 untuk selalu berkarya
di tengah kesibukan gila-gilaan tugas-tugas kuliah

(belum tentu mendongkrak IP, waktu tersita sudah pasti)








Karena apresiasi teman-teman itulah
kendati rezim HMJ berganti 
dan program ini tampaknya berhenti
dengan sisa dua awak 
swadaya tenaga dan dana
Studio 7 berlanjut dengan awak terakhir, 'Last'
Studio 7 Last (S7Last)

Menyusup kampus tengah malam

Siap memasang poster

Satu per satu

Hingga tuntas


Poster-Poster S7Last

April 2008: Bicara Bandara

April 2008: Melanjutkan Bicara Bandara

Agustus 2008: Menjelaskan Karya terpilih Sayembara
Renovasi Studio Tugas Akhir Arsitektur

Februari 2009: Bicara Transportasi Kereta Api

April 2009: Masih Bicara Transportasi Kereta Api

---------


Kini masanya kami pergi
Yang muda saatnya mengganti
Sayang jika papan ini sepi

(teman-teman, sayang papan ini sepi)



----------
----------
.............
........
....



----------

(sekarang operasi Studio 7 digabung dengan kegiatan kelompok studi mahasiswa CafeStudio dan namanya menjadi cafestudiodelapan (cs8) . Lingkup aksi dan operasi diperluas dengan jumlah awak operator dan partisipan diperbesar. Namun belum jelas sampai kapan 'papan' itu sepi. Masih menunggu aksi teman-teman muda)


(Penulis merupakan satu dari dua awak Studio 7 yang terakhir (Last))

1 komentar:

  1. Wahh...memang luar biasa perjalanan Studio7 walaupun tidak selalu mulus dan rapi...

    Cafestudiodelapan....hmmm smoga kelompok ini menjadi suatu titik awal pergerakan arsitektur paling tidak pada generasi ini khususnya lagi bagi anak2 muda agar dapat sharing pengalaman dan berbagi cerita kehidupan.

    BalasHapus